Profil

Senin, 24 Maret 2014

TKI Asal Cilacap Meninggal di Brunai Akibat Keracunan

Senin, 24 Maret 2014 16:23 wib
Ilustrasi mayat (Foto: Feri Usmawan/okezone)
Ilustrasi mayat (Foto: Feri Usmawan/okezone)
CILACAP - Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Mernek, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, bernama Sugianto Afendi (34), meninggal dunia di Brunai Darussalam akibat keracunan.

Jenazah Sugianto tiba di kampung halamannya, Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Minggu 23 Maret sekira pukul 23.00 WIB, dan dimakamkan di pemakaman umum setempat pada Senin (24/3/2014) pukul 10.00 WIB.

Salah seorang paman almarhum, Mudakir, mengatakan, Sugianto meninggalkan seorang istri bernama Yusmiati dan seorang putra yang baru berusia 19 bulan.

"Sugianto berangkat ke Brunai sekira enam bulan silam untuk bekerja di sebuah perkebunan sayuran, sedangkan istri dan anaknya tinggal di rumah mereka di Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Kalau di sini (Desa Mernek), rumah orangtua Sugianto," katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, kata dia, Sugianto meninggal dunia pada Rabu 19 Maret setelah sempat menjalani perawatan di satu rumah sakit Brunai Darussalam akibat keracunan pestisida saat menyemprot rumput.

Staf Protokoler Konsulat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Brunai Darussalam, Fatoni, mengatakan bahwa pihaknya ditugaskan untuk mengantarkan jenazah Sugianto dari Brunai hingga tiba di kampung halamannya.

"Saya datang bersama salah seorang teman almarhum. Dia diminta majikannya untuk menjelaskan kronologi kejadian kepada keluarga almarhum," katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima KBRI, Sugianto menjalani perawatan di satu rumah sakit Bandar Seri Begawan, Brunai Darussalam, sejak Kamis 13 Maret dan dilaporkan meninggal dunia pada Rabu kemarin.

Dari hasil autopsi, kata dia, Sugianto meninggal dunia akibat keracunan pestisida saat almarhum sedang menyemprot rumput di perkebunan sayuran.

"Perkebunan sayuran itu berada di Bandar Seri Begawan. Di sana ada sekitar 13-14 pekerja, tujuh orang di antaranya dari Indonesia, sedangkan lainnya ada yang berasal dari Bangladesh dan negara-negara lain," kata dia.

Pihaknya juga telah menghubungi perusahaan yang memberangkatkan almarhum ke Brunai, yakni PT Pancamanah, Jakarta. Menurut dia, perusahaan tersebut menyatakan kesiapannya untuk memberikan asuransi bagi ahli waris almarhum Sugianto.

"Kami juga akan mengupayakan asuransi dari Brunai, namun hal itu harus melalui proses penyelidikan untuk mengetahui apakah kejadian tersebut murni musibah atau ada unsur kesengajaan. Penyelidikan tersebut baru dimulai hari Sabtu (22 Maret) karena di Brunai, hari Jumat merupakan hari libur," katanya.

Salah seorang teman almarhum yang turut mengantarkan pemulangan jenazah Sugianto, Iing, mengatakan, peristiwa yang akhirnya merenggut nyawa korban terjadi pada Selasa 11 Maret.

"Dia merasa badannya tidak enak, sehingga saya berikan larutan penyegar. Dia akhirnya pulang setelah bekerja selama setengah hari," kata Iing yang berasal dari Desa Pageralang, Banyumas, dan berangkat ke Brunai bersama Sugianto.

Keesokan harinya, kata dia, Sugianto mengajaknya untuk berangkat bekerja di kebun. Akan tetapi, kata dia, Sugianto kembali mengeluh sakit hingga akhirnya hanya bekerja setengah hari.

Kamis, 20 Maret 2014

Diusir saat liputan, wartawan geruduk kantor Gubernur Riau



Diusir saat liputan, wartawan geruduk kantor Gubernur Riau
Wartawan demo di Kantor Gubernur Riau. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Ratusan wartawan dari berbagai media massa di Riau mendatangi Kantor Gubernur Riau Annas Maamun. Mereka ingin menanyakan perihal pengusiran terhadap para awak media yang meliput kegiatan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Asap di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Kamis (20/3).

Aksi unjuk rasa para jurnalis tersebut dipicu sikap Annas Maamun yang melecehkan wartawan saat jumpa pers mengekspos sembilan tersangka pembakaran lahan di Posko Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan di Lanud Roesmin Nurjadin.

Saat wartawan mencoba konfirmasi, Gubernur Annas marah karena pemberitaan yang menyebutkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) marah kepadanya saat berkunjung ke Riau, beberapa hari lalu.

Awalnya, salah seorang wartawan menyarankan agar gubernur menggunakan hak jawab jika merasa dirugikan pemberitaan, namun saran tersebut justru direspon negatif dan akhirnya wartawan diusir dari ruang jumpa pers.

Dalam aksinya, para wartawan memprotes sikap arogan orang nomor 1 di Riau yang baru sebulan lebih satu hari memimpin Pemprov Riau tersebut. Mereka meminta Annas agar minta maaf dan memperbaiki sikap agar bisa menghormati kebebasan pers.

"Kami bukan bawahan gubernur, kami mitra yang artinya setara dengan gubernur. Jika tidak terima dengan pemberitaan, bisa melakukan hak jawab atau melapor ke Dewan Pers. Jangan bersikap tidak profesional," ujar salah satu wartawan, Syahnan Rangkuti.

Temui Din, Jokowi salat berjamaah di PP Muhammadiyah


Temui Din, Jokowi salat berjamaah di PP MuhammadiyahMerdeka.com - Usai melakukan pertemuan dengan Kementerian Sosial, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), memenuhi undangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Capres dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini segera meluncur ke kantor PP Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat.

Pantauan merdeka.com, Kamis (20/3), Jokowi yang mengenakan batik disambut oleh Ketua PB Muhammadiyah Din Syamsuddin. Mereka saling bersapa dan berjabat tangan.

"Maaf Pak tangan saya masih basah, soalnya habis wudhu," jelas Din di hadapan Jokowi.

Jokowi yang datang tepat saat waktu salat dzuhur segera diajak Din untuk salat berjamaah. Jokowi yang kebetulan belum melaksanakan salat langsung mengiyakan ajakan Di Syamsuddin.

"Nanti habis salat baru kita makan siang sambil ngobrol," terang Din.

Mereka akhirnya melakukan salat berjamaah. Usai salat, Din Syamsuddin menawarkan beberapa pilihan untuk makan siang bersamanya.

"Pak di sini ada soto enak, tapi di depan sana (sambil menunjuk depan kantornya) juga ada soto enak," ajaknya.

Kondisi Iqbal berangsur membaik, tapi masih kesakitan




Kondisi Iqbal berangsur membaik, tapi masih kesakitan
Merdeka.com - Setelah sempat dikabarkan koma akibat penganiayaan oleh mantan kekasih Ibunya, Dadang Supriyatna (29) kini kondisi Iqbal Saputra mulai berangsur membaik. Sebelumnya bocah berusia 3,5 tahun sempat koma akibat radang di otak akibat kekerasan yang dilakukan Dadang.

"Tadi saya sudah masuk sudah bangun, bisa melek tapi nangis aja. Mungkin masih ngerasain sakit," kata kakak kandung Iis Novianti Ibunda Iqbal, Irma Nurcahyani (34) di RSUD Koja, Jakarta Utara, Kamis (20/3).

Irma Nurcahyani yang merupakan anak ketiga dari empat bersaudara tersebut membantah, mengenai pemberitaan yang selama ini menyudutkan Iis yang mengatakan jika adiknya pernah melakukan pemukulan terhadap Iqbal. Menurut Irma, Iis merupakan sosok Ibu yang sangat sayang kepada anaknya (Iqbal).

"Sejak Iqbal menghilang, dia (Iis) itu tiap malam ngigo Iqbal terus, dan dia mah gak pernah keras sama Iqbal," cerita ibu berusia 34 tahun ini yang kediamannya berdekatan dengan kediaman Iis di Perumahan Gria Asri Dua RT 06 RW 12, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

PDIP: Indonesia diganti Nusantara, kita akan kehilangan sejarah



PDIP: Indonesia diganti Nusantara, kita akan kehilangan sejarahMerdeka.com - Wakil Ketua Komisi II DPR Arif Wibowo kaget ketika ada orang yang mengusulkan nama Indonesia diganti menjadi Nusantara. Apalagi, alasan itu diungkapkan secara metafisika.

Arif mengatakan, nama Indonesia punya sejarah tersendiri dan sudah ditetapkan sejak deklarasi kemerdekaan. Sehingga jika diganti, akan menghilangkan sejarah.

"Indonesia kan ditetapkan sejak zaman dulu. Kalau dilihat, nama Indonesia itu kan punya nilai sejarahnya sendiri," ujar Arif di Gedung DPR , Jakarta, Rabu (26/2).

Menurut dia tidak mungkin nama negara diubah begitu saja hanya karena pertimbangan ilmu metafisika. "Kalau dari metafisika ya mungkin saja, tapi kan saya bukan orang metafisika," terangnya.

Tak hanya sejarah, Indonesia akan kehilangan cirinya jika mengubah nama. Sejarah otentik para founding fathers juga terancam hilang.

"Nanti kehilangan sejarah yang otentik kita," pungkasnya.

Sebelumnya, Seorang pakar metafisika Arkand Bodhana Zeshaprajna, mengusulkan pergantian nama Indonesia jadi Nusantara.

seorang penulis AS Laksana mengaku sudah bertemu dengan Arkand beberapa kali. Bahkan Laksana juga sempat menuliskan pengalamannya tentang penjelasan ilmu metafisika sampai ide nama Nusantara dari Arkand sendiri.

Sulak, panggilan akrab AS Laksana mengatakan, Arkand menilai bahwa nama Republik Indonesia itu buruk. Dia membaca struktur nama Indonesia dari kode-kode yang muncul dan terbaca dari ilmu metafisika yang dia punya.

Arkand disebut Sulak melihat Indonesia dari struktur nama negara, dengan parameter dan variabel yang banyak sekali. Dan hanya dia yang bisa menjelaskan dan bisa menyimpulkan bagus apa buruknya suatu nama itu.

"Dia bilang nama itu energi, kalau parameter-parameternya jeblok akan menjadi energi buruk juga di dalamnya," kata Sulak saat dihubungi merdeka.com, Selasa (25/2).

Komisi Yudisial Panggil Deddy Corbuzier Siang Ini

Liputan6.com, Jakarta Deddy Corbuzier dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan di Komisi Yudisial, Jakarta Pusat, Kamis (20/3/2014). Hal ini terkait dengan penayangan isu suap hakim agung Gayus Lumbuun dalam program Hitam Putih yang dipandu Deddy.



"Betul hari ini saudara Deddy akan dipanggil Komisi Yudisial. Hingga saat ini kami masih menunggu. Agenda hari ini memberikan klarifikasi terkait isu suap itu," terang komisioner KY, Taufiqurrohman Syahruri, via telepon, Kamis (20/3/2014).

Pemanggilan ini merupakan yang kedua kali dilayangkan KY terhadap Deddy. Pada panggilan pertama, Deddy menolak datang bila tidak ditemani tim kreatif Hitam Putih. Bila hari ini tidak datang, KY belum berpikir untuk memanggil paksa pesulap berkepala plontos itu.

"Yang jelas memang diatur undang-undang jika saksi tak kembali hadir bisa di panggil paksa dengan bantuan polisi. Tapi itu nantilah," lanjut Taufiqurrohman.

Seperti diberitakan, pada tayangan Hitam Putih episode Selasa 18 Februari lalu, Deddy mengundang Julia Perez (Jupe) sebagai bintang tamu. Lantas, Deddy menayangkan bukti transfer e-banking dari rekening atas nama Yulia Rachmawati ke rekening Topane Gayus Lumbuun sebesar Rp 700 juta.

Rupanya, hal ini membuat Gayus marah dan melaporkan tindakan Deddy ke Bareskrim Mabes Polri dan juga Komisi Yudisial.

Australia Rilis Foto Satelit Puing Diduga Malaysia Airlines MH370

Liputan6.com, Canberra - Otoritas Keselamatan Maritim Australia atau Australian Maritime Safety Authority (AMSA) merilis citra satelit yang menunjukkan keberadaan 2 obyek diduga pesawat Malaysia Airlines Penerbangan MH370 di perairan sekitar 2.300 kilometer dari Perth.

Pihak AMSA menyebut, objek-objek tersebut sejauh ini adalah 'petunjuk terbaik' yang dimiliki para penyelidik untuk mengungkap misteri keberadaan Boeing 777-200ER milik maskapai negeri jiran dan menguak nasib 239 orang di dalamnya.


Pimpinan otoritas maritim Australia atau Australian Maritime Safety Authority (AMSA) John Young mengatakan, meski ada harapan menemukan MH370, namun pihaknya belum bisa memastikan perihal objek itu.


"Bisa jadi itu adalah kontainer kapal yang jatuh ke laut atau objek lain," kata dia seperti dimuat situs Radio New Zealand. "Saya tak ingin berspekulasi terkait apa benda itu sebenarnya sebelum kita sampai di sana dan melihatnya langsung."

Temuan terbaru 2 obyek di perairan dekat Perth sebelumnya disampaikan langsung Perdana Menteri Australia, Tony Abbott yang  mengumumkannya di depan parlemen.

"Informasi terbaru dan terpercaya telah datang memberi titik terang terkait pencarian...di selatan Samudera Hindia," kata Abbott.

Namun, Pak Perdana Menteri mengingatkan, upaya untuk mendekati objek bukan perkara gampang. "Tugas untuk menentukan lokasi obyek tersebut sangat sulit. Bisa jadi itu ternyata tak terkait dengan pencarian pesawat MH370," kata dia.

Kamis, 13 Maret 2014

Dua Badai Tropis Langka Diutara dan Selatan Jepit Indonesia Bisa Picu Hujan Deras

Badai tropis langka dengan kategori 1 saat ini tumbuh di wilayah utara Indonesia, dinamai badai tropis Lingling. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa badai tropis ini tumbuh sejak Sabtu (18/1/2014) pukul 07.00 WIB. “Pada bulan Januari, tidak lazim badai tropis tumbuh di wilayah utara Indonesia. Kita mengatakan badai tropis ini langka, anomali,” ungkap Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG Achmad Zakir.
“Sejak tahun 1977 hingga 2012, selama 35 tahun, baru ada 10 kejadian badai tropis di utara seperti saat ini,” imbuh Zakir saat dihubungi, Minggu (19/1/2014). Kemungkinan pertumbuhan badai tropis di wilayah utara seperti saat ini adalah 0,28 persen. Badai tropis Lingling saat ini berada pada koordinat 9,5 derajat Lintang Utara dan 126,7 derajat Bujur Timur, lebih kurang 700 meter utara timur Laut Tahuna, atau masih dekat dengan wilayah Sulawesi Utara. Badai tropis akan bergerak menjauhi wilayah Indonesia.
Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG Edvin Aldrian mengatakan, munculnya badai tropis di utara Indonesia pada bulan Januari adalah sesuatu yang langka karena posisi Matahari sedang di selatan khatulistiwa. “Seharusnya badai hanya tumbuh di selatan,” katanya. Kemunculan badai diduga terkait dengan anomali suhu muka laut di utara Papua Barat. “Di sana ada warm pool. Selama ini, memang adanya warm pool itulah yang memicu pertumbuhan siklon tropis,” kata Edvin.
Suhu muka laut yang di atas normal bisa terjadi kareba banyak sebab. Salah satunya, meski kaitannya masih belum bisa dibuktikan, adalah siklus Matahari yang mencapai maksimum pada tahun 2013 lalu. “Mungkin energi yang diserap maksimum tahun lalu mulai dilepaskan,” ungkap Edvin.
Zakir mengungkapkan, badai tropis Lingling tidak akan memengaruhi cuaca wilayah Manado dan bagian utara Indonesia lainnya. Hal itu karena wilayah Manado menjadi tempat sebaran angin sehingga kemungkinannya kecil bagi munculnya awan yang memicu hujan lebat. Dampak yang mungkin terjadi adalah gelombang setinggi 3-4 meter di Laut Sulawesi, perairan utara Halmahera, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Bitung-Manado, dan Samudra Pasifik sebelah utara Halmahera. Gelombang setinggi 4-6 meter bisa terjadi di Laut Sulu dan timur Filipina.
Walau demikian, Edvin mengungkapkan bahwa pihaknya masih akan memantau lebih dahulu pola badai tropis ini. Walaupun tidak dilewati badai tropis, Indonesia bisa terdampak oleh ekor badainya. “Ada dua ekor badai, ekor basah dan ekor kering. Kalau terdampak ekor basah, ya akan ada hujan lebat. Tapi kalau ekor kering, kita malah akan cerah. Kalau kena ekor basah, Manado bisa hujan deras walaupun tidak sederas yang awal minggu ini,” katanya.
Edvin mengungkapkan, melihat kecepatannya yang rendah, badai tropis Lingling tidak akan berumur lama. Selain badai tropis Lingling, di wilayah selatan Indonesia, tepatnya selatan Fiji, muncul pula badai tropis June. “Kalau ini kita tidak khawatir, tidak akan berdampak ke Indonesia,” kata Edvin.
Bibit badai tropis kini muncul di selatan wilayah Nusa Tenggara Barat. Fenomena ini bisa memicu hujan deras di beberapa wilayah selatan Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Edvin Aldrian, Minggu (19/1/2014). “Saat ini bibit belum berkembang menjadi badai tropis. Tapi saya lihat tekanannya rendah sekali,” kata Edvin.
Edvin mengutarakan, besar kemungkinan bibit badai tropis itu berkembang menjadi siklon dan memengaruhi cuaca Indonesia. “Kalau berkembang, wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara harus mewaspadai hujan deras dengan angin kencang,” ungkap Edvin. Selain bibit badai tropis ini, wilayah Indonesia kini sudah diapit dua badai tropis. Satu berlokasi di selatan Filipina dan satu lagi di selatan Fiji.
Badai tropis Lingling yang ada di selatan Filipina kini tengah diamati polanya oleh BMKG. Badai ini bisa memicu hujan ekstrem di Sulawesi Utara bila ekor basah badainya mengenai Indonesia. Sementara itu, badai tropis June di selatan Fiji dipastikan tidak berdampak apa pun bagi wilayah Tanah Air.
Hujan deras yang berlangsung di Jawa bagian barat, termasuk Jakarta, akhir-akhir ini dipicu oleh konvergensi massa uap air yang memicu pembentukan awan di atas Jawa.

Anomali Cuaca Besar Besar : Kepri Riau Dilanda Kekeringan Panjang

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat anomali cuaca secara besar-besar terjadi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). “Dalam catatan kami, bulan kering yang terjadi di Batam, Bintan, Tanjungpinang dan Karimun yang terjadi sejak 45 hari yang lalu merupakan terlama. Ini adalah anomali cuaca besar-besaran, yang selama ini belum pernah terjadi,” kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang, Hartanto, Minggu.
Perkiraan BMKG Tanjungpinang terkait terjadinya hujan di Kepulauan Riau (Kepri) dua kali meleset. Pertama, BMKG memprakirakan hujan terjadi di atas tanggal 20 Februari 2014. Kemudian prakiraan yang kedua, hujan akan mengguyur Batam, Bintan, Karimun dan Tanjungpinang pada awal Maret. Hujan terjadi bersamaan dengaan perubahan arah angin dari utara ke barat daya.
“Sampai sekarang ternyata belum terjadi perubahan arah angin. Sekarang masih musin angin utara,” ungkapnya. Hal itu menyebabkan konsidi udara menurun dan menghambat pertumbuhan awan. Pada permukaan air laut juga masih dingin sehingga awan sulit terbentuk. “Butuh waktu berminggu-minggu agar terjadi perubahan, sehingga awan terbentuk,” ucapnya.
Bulan kering yang terjadi di Kepri, diprakirakan justru terjadi dalam waktu yang lama. Hal itu disebabkan faktor dari luar yaitu subsidensi yang meluas dari sekitar lintang menengah sampai ke khatulistiwa.
“Kepri terkena dampak terbesarnya, dibanding wilayah lainnya,” ujarnya.
Ia mengemukakan, Tanjungpinang dan Bintan kemarin sempat terjadi mendung dan gerimis sebentar, namun tiba-tiba hilang. Hal itu disebabkan awan-awan yang membentuk hujan terbawa oleh angin. “Peluang hujan di Tanjungpinang, Bintan, Karimun dan Batam pada saat ini sangat tipis,” katanya.
Saat ini, hampir seluruh air di sumur warga Kota Tanjungpinang mengalami kekeringan. Warga terpaksa membeli air. “Kami berharap ada solusi yang diberikan pemerintah. Bahaya kalau kondisi ini terus dibiarkan,” kata Melda, ibu rumah tangga yang tinggal di KM 8 Tanjungpinang.
Sementara itu, Ketua Komunitas Bakti Bangsa Provinsi Kepulauan Riau Eva Fransiska mengemukakan, bantuan berupa air gratis yang diberikan oleh berbagai organisasi, PDAM Tirta Kepri dan caleg sangat terbatas dan dalam waktu tertentu. Mereka tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan.
“Ini saatnya pemerintah turun tangan, bergerak cepat untuk membantu masyarakat yang saat ini kesulitan mendapatkan air bersih. Salah satunya menciptakan hujan buatan,” katanya. Selain itu, PDAM Tirta Kepri juga sudah selayaknya menambah pelanggan secara merata di Tanjungpinang, karena sumber air bersih tidak hanya di Sei Pulai, melainkan juga Waduk Sei Gesek.
“Kalau hari ini seluruh rumah warga sudah tersambung jaringan pipa PDAM Tirta Kepri, tidak akan terjadi hal seperti ini. Sampai sekarang, PDAM Tirta Kepri hanya mampu melayani sebagian masyarakat Tanjungpinang,” ungkapnya.

Maluku Tenggara Kembali Diguncang Gempa 5 Skala Ritcher

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyampaikan telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 5,0 skala Richter, di barat laut Maluku Tenggara Barat, Jumat dini hari, pukul 03.29 WIB.
Menurut BMKG, seperti disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Kotabumi Lampung Yuharman, lokasi gempa 5,0 SR itu berada pada wilayah dengan koordinat Lintang 6.66 derajat Lintang Selatan (LS) dan Bujur 129.30 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 208 km. Lokasi gempa ini berada di Laut Banda; 252 km barat laut Maluku Tenggara Barat; 345 km timur laut Maluku Barat Daya; 351 km tenggara Ambon; dan 2.501 km tenggara Jakarta.
BMKG menegaskan, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan ancaman tsunami.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyampaikan telah terjadi gempa bumi berkekuatan 5,0 skala Richter, Selasa, pukul 08.05 WIB, di 215 km timur laut Maluku Barat Daya. Disebutkan, gempa dengan kedalaman 10 km tersebut tepatnya pada posisi 7.07 LS-128.20 BT, dan tidak berpotensi tsunami.

Kronologi Pembunuhan Berencana Terhadap Ade Sara Angelina dan Pelaku Yang Tersenyum Setelah Ditangkap

Pasangan kekasih Ahmad Imam Al Hafitd (19) dan Assyifa Ramadhani (19), mengaku membunuh Ade Sara Angelina Suroto (19), mahasiswi Universitas Bunda Mulia (UBM), rekan mereka. Sara merupakan mantan kekasih Hafitd. Motif kedua pelaku menghabisi Sara, masing-masing berbeda.
Usai ditangkap polisi karena terbukti melakukan pembunuhan terhadap Ade Sara Angelina Suroto (19), pasangan kekasih Ahmad Imam Al Hafitd dan Assyifa Ramadhani digelandang ke kantor polisi guna dimintai pertanggungjawabannya. Saat diperiksa polisi, keduanya sempat difoto. Dalam foto yang beredar di twitter, sang kekasih Assyifa Ramadhani terlihat sembari mengenakan kain pashmina di pundaknya memberikan senyum tipis saat difoto. Sementara Hafitd terlihat lusuh dengan jaket berwarna biru garis putihnya.
Keduanya resmi ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Sara. Mereka dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati. Untuk sementara motif pembunuhan ini berlandaskan sakit hati dan asmara.
Motif Hafitd ingin menghabisi Sara lantaran sakit hati karena korban tak ingin lagi bertemu dengannya. Sementara motif Assyifa, karena cemburu. Sara dianggap Assyifa akan terus mengganggu hubungan asmaranya dengan Hafitd. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/3/2014) mengatakan karena ada perencanaan dalam pembunuhan ini maka kedua pelaku dijerat Pasal 340 KUHP Tentang Pembunuhan Berencana. “Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau maksimal hukuman mati,” katanya.
Sementara, Kasat Reskrim Polres Kota Bekasi, Komisaris Nuredi Irwansyah menjelaskan adanya unsur perencanaan diketahui berdasar keterangan kedua pelaku setelah berhasil diamankan pihaknya. Berdasarkan pengakuan Hafitd kepada penyidik, kata Nuredi, ia sudah sejak awal kesal terhadap mantan kekasihnya itu dan berniat melampiaskan kekesalannya itu.
Ia lalu meminta bantuan kekasih barunya Asyifah, untuk menghabisi korban. “Kekesalan pelaku terhadap korban, karena sejak mereka berdua putus, korban enggan bertemu ataupun berkomunikasi dengan pelaku. Sementara pelaku berharap agar keduanya tetap dapat saling berkomunikasi, walau sudah putus,” kata Nuredi.
Ia melanjutkan, karena cinta, Asyifah membantu Hafitz dengan membuat janji kepada Sara. Tujuannya, agar Sara mau bertemu dengan mereka. “Karena pelaku perempuan adalah teman lama korban, jadi dia bisa membuat janji untuk bertemu dengan korban. Pelaku ini yang kemudian mengajak korban bertemu, alasannya karna sudah lama tidak berjumpa,” jelas Nuredi.
Akhirnya Asyifah dan Sara bertemu di sebuah tempat di bilangan Gondangdia. Di tempat ini, Hafitz sudah menunggu. Kedua pelaku membuat alasan bahwa pertemuan ketiganya hanyalah kebetulan dan tidak disengaja. Setelah ketiganya bertemu, Hafitz dan Asyifah mengajak Sara ke mobil KIA VISTO B 8328 J0 berwarna silver milik Hafitz. “Di dalam mobil itulah dilakukan eksekusi pembunuhan. Korban yang sempat melawan tidak berdaya lantaran kalah jumlah dengan kedua pelaku,” kata Nuredi.
Menurutnya, sebelum tewas korban sempat dianiaya oleh kedua pelaku. “Korban sempat dicekik, mulutnya disumpal dengan kertas, disetrum, bahkan digigit. Hal itu membuat korban tewas di dalam mobil,” katanya. Setelah mengetahui korban tewas, kedua pelaku sempat membawa korban ke sejumlah tempat dengan tujuan mencari lokasi untuk membuang jasad.
Akhirnya kedua pelaku memutuskan untuk membuang jasad korban di pinggir Jalan Tol JORR, Bekasi. “Di sanalah korban dibuang, lalu ditinggalkan begitu saja oleh kedua pelaku ini,” jelas Nuredi. Karena sama-sama merencanakan pembunuhan tersebut, baik pelaku laki-laki maupun pelaku perempuan, kata Nuredi, diancam pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup atau maksimal hukuman mati. “Arah sementara penyidikan bahwa ini pembunuhan berencana. Si perempuan juga ikut merencanakan, karena itu baik pelaku laki-laki maupum perempuan sama-sama diancam pasal 340 KUHP,” katanya.
Ahmad Imam Al Hafitd alias Hafiz (19) mengaku menyuruh kekasih barunya Asyifa Ramadani (18) untuk memancing agar Ade Sara Angelina Suroto (19), mantan kekasih Hafiz, mau datang menemui mereka. Tujuannya agar Hafiz dan Asyifa dapat menghabisi Sara. Akhirnya Sara dibunuh di dalam mobil Hafiz dan jenazahnya dibuang di tol Bintara, Bekasi. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, mengatakan skenario memancing korban dengan ditelepon oleh Asifya, direncanakan oleh dua pelaku yang merupakan pasangan kekasih ini seminggu sebelumnya.
Sebab, jika Hafiz yang meminta Ade Sara datang, maka dipastikan Sara tidak akan mau karena setelah Sara dan Hafiz putus, Sara enggan bertemu Hafiz. “Keduanya, telah merencanakan menghabisi nyawa korban seminggu sebelumnya. Mereka lalu mencari waktu dan cara yang tepat untuk menghabisi Sara,” kata Rikwanto.Rikwanto menjelaskan dalam perencanannya, Hafiz meminta kepada Asyifa untuk memancing korban agar mau bertemu. Karena, sebelumnya korban tak pernah mau bertemu dengannya.
Bermodalkan perkenalan lantaran pernah satu sekolah, Syifa menghubungi korban untuk bertemu di suatu tempat di mana korban belajar atau les bahasa Jerman, di bilangan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/3). Alasannya, tak baik sebagai teman tak mau bertemu.
“Syifa mengatakan, ‘Ayo ketemu dengan dia (Hf-Red)’. Kemudian, dibawa ke mobil Hf,” kata Rikwanto. Setelah bertemu, Syifa mengajak korban masuk ke dalam mobil Kia Visto milik Hafiz. Sara dan Syifa duduk di bagian belakang, sementara Hafiz mengemudikan mobil di depan. Tak lama berbincang, terjadi keributan. “Di mobil berbicara sebentar, lalu, karena tak suka Sara mau melarikan diri. Namun, dia ditarik dan dilanjutkan dengan penganiayaan,” katanya.

Menurut Rikwanto, di dalam mobil korban disetrum menggunakan alat berbentuk mikrofon berukuran sekitar 10 cm. Setruman itu membuat korban lemah dan pingsan. “Pada saat pingsan mulut korban disumpal pakai koran oleh Asyifa. Inilah yang menewaskan korban sesuai hasil otopsi,” katanya. Rikwanto menuturkan, saat kondisi Sara sudah tak berdaya, dua pelaku berputar-putar dengan mobilnya mencari lokasi pembuangan sampai pagi hari. “Diperkirakan korban meninggal pada waktu dibawa jalan di daerah Rawamangun. Di sana korban pingsan dan disumpal koran dan tidak lama meninggal,” tutur Rikwanto.
Selanjutnya, mereka berputar-putar mencari tempat untuk membuang jenazah. “Akhirnya diputuskan korban dibuang di Jalan Tol Bintara. Setelah itu mereka pulang dengan biasa sambil membuang barang-barang milik korban,” katanya. da kisah di balik upaya Reserse Polresta Bekasi Kota membekuk Ahmad Imam Al Hafitd, dan Assyifa Rahmadhani, Kamis 6 Februari 2014. Dua sejoli itu adalah tersangka pembunuh Ade Sara Angelina Suroto, 18 tahun. mahasiswi semester II Universitas Bunda Mulya, Jakarta Utara.
Hafitd dicokok di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ketika melayat mantan pacarnya itu. Saat datang, Hafitd berlagak tak tahu apa-apa dan membaur bersama-sama dengan kerabat dan keluarga Ade Sara. Kondisi saat itu sangat berduka, karena harus menerima kenyataan pahit Ade Sara meninggal tak wajar.
Namun gerak-gerik Hafitd mencurigakan polisi yang hadir di RSCM. Beberapa polisi yang menyelidiki kasus ini usai menemukan mayat Ade Sara di Kilometer 49 Tol Jakarta-Cikampek, di Bintara, Bekasi Barat memantau Hafitd.
Juru Bicara Kapolda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto menjelaskan, penyidik awalnya mendekati Hafitd dan rekan-rekan korban yang tengah melayat.” Penyidik menanyakan kepada yang Hafitd, hal-hal yang berkaitan dengan Ade Sara,” kata Rikwanto di Markas Polda Metro Jaya, Jumat 7 Maret 2014.

Saat diinterogasi itu, polisi penyidik melihat luka di tangan Hafitd. Ketika ditanya soal luka itu, Hafitd terlihat grogi dan mantan pacar Ade Sara itu mulai gugup. Penyidik kian curiga. »Jawabannya awalnya tidak meyakinkan,” kata Rikwanto. Curiga dengan perilaku Hafitd, polisi itu terus mencecar Hafitd. Akhirnya, kata Rikwanto, Hafitd pun tak bisa mengelak dan mengakui luka itu ada kaitannya dengan kematian Sara. »Kemudian dia mengaku luka itu bekas gigitan Sara,” kata Rikwanto.
Gigitan itu merupakan bekas perlawanan Ade Sara saat dianiaya tersangka di dalam mobil KIA Visto B-8328-JO. Berbekal tanda luka di tangan itu, penyidik lalu menginterogasikan Hafitd. Mahasiswa di Kalbis Institute itu pun lalu mengaku. “Tentu dengan tehknik kami mengintorigasinya,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bekasi Kota, Komisaris Nuredy Irwansyah. Ia tak menyebutkan, tehknik interogasi tersebut.
Berselang sejam kemudian, kekasih Hafitd, Assyifa Rahmadhani datang ke RSCM. Setelah mendapatkan keterangan dari Hafitd, bahwa aksinya bersama dengan teman dekatnya itu polisi lalu menciduk Mahasiswi tersebut. Keduanya lalu digelandang ke Unit Jatanras Satreskrim Polresta Bekasi untuk menjalani pemeriksaan. Hasilnya, mereka membunuh korban dengan cara keji. Menganiaya dengan cara menyetrum menggunakan alat kejut berkapasitas 3.800 K Volt, menyekik leher, dan menyumpal mulut menggunakan tisu dan kertas koran.
Juru bicara Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan Ahmad Imam Al-Hafitd dan Assyifa Anggraini, keduanya 19 tahun, berencana membunuh Ade Sara, mantan pacar Hafitd, sepekan sebelumnya. “Hafitd kesal karena korban tak bisa dihubungi dan menolak berpacaran kembali,” kata Rikwanto, saat ditemui di kantornya, Jumat, 7 Maret 2014. Dalam kondisi tersebut, menurut Rikwanto, Assyifa, pacar Hafitd yang sekarang, cemburu sehingga menyepakati ajakan Hafitd. “Niat berbeda dengan perbuatan yang sama. Mereka menentukan waktu yang tepat untuk menghabisi korban.”
Lantaran itulah polisi menjerat keduanya dengan pembunuhan berencana karena sudah direncanakan oleh kedua pelaku. “Keduanya dijerat Pasal 340 KUHP dengan ancaman minimal 12 tahun penjara,” kata Rikwanto. Rikwanto menjelaskan, motif pembunuhan korban yang ditemukan di Jalan Tol Bintara adalah sakit hati pelaku. “Pelaku, yang merupakan mantan pacar korban, masih ada hati dengan korban,” kata Rikwanto.

Hari Ini Terakhir Jakarta Diguyur Hujan Lebat Merata Setelah Itu Tidak Merata

Prakiraan terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa Senin (20/1/2014) adalah hari terakhir hujan lebat yang merata di Jakarta. Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG Achmad Zakri mengatakan, untuk hari-hari berikutnya, hujan lebat masih mungkin terjadi di Jakarta, tetapi tidak merata seperti kemarin-kemarin.
Prakiraan tersebut setidaknya berlaku hingga enam hari ke depan. Untuk selanjutnya, banyak faktor masih mungkin meningkatkan curah hujan dan sebarannya. Zakir menjelaskan, hujan lebat dan merata pada 11-12 Januari 2014 dan 17-18 Januari 2014 terjadi karena adanya konvergensi pertemuan massa udara di atas Jawa. “Ini memicu pembentukan awan yang mengarah ke Jakarta dan mengakibatkan hujan,” tuturnya.
Saat ini, wilayah konvergensi tersebut telah bergeser ke selatan. “Jadi, di Jakarta hujan lebat akan berkurang. Bisa terjadi, tetapi tidak merata,” jelasnya. Sementara sedikit menentramkan Jakarta, konvergensi itu bisa memicu hujan lebat di wilayah lain. Karena bergerak ke selatan, wilayah bagian selatan Jawa,seperti Cilacap, wajib mewaspadai potensi hujan lebat.
Zakir memastikan, hingga hari ini tidak ada bibit badai tropis maupun badai tropis yang memengaruhi cuaca Jakarta.
Badai tropis langka yang dinamai Lingling saat ini tumbuh di selatan Filipina. Sementara, di selatan Indonesia terdapat badai tropis June. Zakir memastikan, tidak akan ada hujan lebat di Jakarta terkait kedua badai tropis itu.

Bencana Alam di Indonesia

Teks ini hanya tersedia dalam bahasa Inggris
Being located on the Pacific Ring of Fire (an area with a lot of tectonic activity), Indonesia has to cope with the constant risk of volcanic eruptions, earthquakes, floods and tsunamis. On several occasions during the last 15 years, Indonesia has made global headlines due to devastating natural disasters that resulted in the deaths of hundreds of thousands of human and animal lives, plus having a destructive effect on the land area (including infrastructure, and thus resulting in economic costs). Extreme wet or dry seasons can ruin food crop harvests, trigger inflation and put severe financial pressure on the poorer segments of the Indonesian population. Lastly, man-made natural disasters (such as forest fires brought on by slash-and-burn culture) can have far-reaching environmental consequences. 
One important note is that Indonesia's notorious weak infrastructure - brought on by mismanagement, lack of skills or corruption - in fact aggravates the resulting situation after a natural disaster has made its impact felt, meaning that natural disasters in Indonesia can cause more casualties and more damage than it should.


Volcano Eruptions in Indonesia

Indonesia is the country that contains the most active volcanoes of all countries in the world. The Eurasian Plate, Pacific Plate and Indo-Australian Plate are three active tectonic plates that cause the subduction zones that form these volcanoes. Indonesia is estimated to have 129 volcanoes, all carefully observed by the Centre of Volcanology and Geological Hazard Mitigation (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), because a number of Indonesian volcanoes show continuous activity.
There is at least one significant volcano eruption in Indonesia every year. However, usually it does not cause great damage to the environment or cause casualties as most of the active volcanoes are located in isolated regions.
Some notable volcano eruptions in Indonesia's history are listed below:
  Volcano   Location   Date of Eruption    Casualties
  Merapi   Central Java   03 November 2010           138
  Kelut   East Java   26 April 1966           212
  Agung   Bali   17 March 1963         1,148
  Merapi   Central Java   25 November 1930         1,369
  Kelut   East Java   19 May 1919         5,110
  Awu   North Sulawesi   07 June 1892         1,532
  Krakatau   Sunda Strait   26 August 1883        36,600
  Galunggung   West Java   08 October 1822         4,011
  Tambora   Sumbawa   10 April 1815        71,000+
Apart from taking human lives, a volcanic eruption can result in considerable damage to the local economies by hurting small and medium enterprises that are involved in tourism, culinary, commercial accommodation, agriculture, plantation, and livestock. A positive development is that volcano eruptions take less human lives today due to better volcano observation methods in combination with better organized emergency evacuations.


Earthquakes in Indonesia

Earthquakes are probably the biggest threat regarding natural disasters in Indonesia as they come sudden and can strike in populous areas, such as the bigger cities. Earthquakes with a magnitude of around five or six on the scale of Richter happen almost on a daily basis in Indonesia but usually cause no or little damage. When the magnitude becomes over seven on the scale of Richter, an earthquake can potentially do a lot of damage. Yearly, two or three earthquakes with a magnitude of seven or higher occur in Indonesia and cause casualties and damage the infrastructure or environment. Below is a selected list with recent earthquakes that caused severe damage:  
  Location             Date    Magnitude    Casualties
  Sumatra    25 October 2010          7.7          435
  Sumatra    30 September 2009          7.6        1,117
  Java    17 July 2006          7.7          730
  Java    26 May 2006          6.3        5,780
  Sumatra    28 March 2005          8.6        1,313
  Sumatra    26 December 2004          9.2       283,106
The high number of Indonesian casualties is partly inflicted by the bad state of some housing facilities and infrastructure. This is why a moderate earthquake can in fact result in many casualties, the collapse of many buildings and the displacement of many people. A World Bank publication (in October 2010) expressed its concern about the devastating effects an 8.5 magnitude earthquake can have if it happens in a mega-city such as Jakarta.


Tsunamis in Indonesia

A submarine earthquake or volcanic eruption in the ocean can cause a tsunami water wave which can have devastating effects on the people and objects near the sea. In 2004 a large part of the world was rocked by the Indian Ocean earthquake and subsequent tsunami, killing over 167,000 people in Indonesia (mainly Aceh) alone. Although a massive tsunami such as the 2004 tsunami is rare, the Sumatra region is often startled by offshore earthquakes that can potentially trigger a tsunami. With the 2004 tsunami still fresh in mind, the level of fear is high. Often Indonesians who live in villages or cities close to the coast, flee to the hills (located more inland) after an earthquake has taken place. On average, once every five years a large tsunami happens in Indonesia, usually on the islands of Sumatra and Java. Generally, damage to the infrastructure exceeds the loss of lives. There are warning systems installed on many coastal areas but there have been reports that not all are functioning properly. 


Floods in Indonesia

Indonesia's rainy season (which runs from December to March) can bring plenty of rainfall. In combination with deforestation and waterways clogged with debris, it can cause rivers to overflow and result in floods. Floods and landslides occur in most parts of Indonesia and can cause hundreds of casualties, destroy houses and other infrastructure, and ruin local businesses. Even in a mega-city as Jakarta, floods occur regularly due to weak water management. In January 2013, a large part of Jakarta was flooded, affecting more than 100.000 households and resulting in the loss of lives of more than 20 people.

Rabu, 12 Maret 2014

pembelajaran SQL ( Structured Query Language)

Pengertian SQL merupakan kepanjangan dari Structured Query Language, yang berarti SQL adalah sebuah bahasa yang digunakan untuk melakukan implementasi terhadap data yang disimpan pada sebuah basis data (database). Seperti halnya dalam pembuatan program aplikasi komputer, kita menggunakan bahasa pemrograman untuk membangunnya. Begitu juga untuk pembuatan database, digunakan bahasa SQL untuk membangun sebuah database.
pengertian SQL terdiri dari sekumpulan perintah-perintah yang digunakan untuk mengakses data pada sebuah database relasional. Bisa dibilang SQL merupakan bahasa baku untuk sebuah Relational Database Management System (RDBMS) yang Saat ini hampir digunakan oleh semua server basis data yang mendukung bahasa SQL untuk melakukan manajemen datanya. Bahasa SQL telah diresmikan sebagai bahasa komputer yang mengikuti standar ANSI (American Nasional Standard Institute) sebagai bahasa dalam manajemen database relasional.
Sejarah SQL pertamakali dirancang pada tahun 1970 oleh peneliti dari IBM bernama EF Codd dengan artikelnya yang berisi tenteng pembahasan ide-ide ntuk pembuatan basis data relasional. Pada artikel tersebut juga membahas kemungkinan penggunaan bahasa standar untuk mengakses sebuah basis data untuk menjalankan fungsi database. Lalu tercetus SEQUEL (Structured English Query Language)sebagai nama bahasa relasional database tersebut.
Setelah terbitnya artikel tersebut, lalu IBM mengambil alih proyek untuk pembuatan basis data relasional yang berbasis pada penggunaan bahasa SEQUEL. Kemudian setelah permasalahan hukum karena penggunaan nama SEQUEL, lalu dirubah menjadi SQL. Kepopuleran SQL semakin diperkuat dengan dibangunnya sebuah server basis data dari perusahaan besar Oracle. yang melambungkan SQL sebagai bahasa dalam menejemen basis data. Yang kenudian diikuti dengan database server terkemuka seperti Database MySQL yang banyak digunakan sampai saat ini.
Perintah SQL dibagi menjadi 3 yaitu :
1. DDL (Data Definition Language)
DDL adalah perintah SQL yang melakukan pendefinisian terhadap sebuah struktur database, yang meliputi struktur database dan table. Perintah SQL pada DDL termasuk seperti berikut :
  • CREATE
  • ALTER
  • RENAME
  • DROP

2. DML (Data Manipulation Language)
DML merupakan perintah SQL yang berhubungan pada perilaku manipulasi atau pengolahan data atau record yang ada dalam table. Perintah SQL yang termasuk dalam DML antara lain :
  • SELECT
  • INSERT
  • UPDATE
  • DELETE
3. DCL (Data Control Language)
DCL merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan pengaturan hak akses user, baik terhadap server, database, table maupun field. Perintah SQL yang termasuk dalam DCL antara lain :
  • GRANT
  • REVOKE
Setiap perintah SQL tersebut dapat digunakan pada pernyataan perintah SQL dengan menggambungkan klausa-klausa lain untuk menghasilkan data secara spesifik yang dibutuhkan oleh user.