
Jakarta International School (Foto: Fadhli Harahap/Okezone)
JAKARTA - Kasus pelecehan seksual terhadap murid TK di Jakarta International School (JIS) menambah catatan buruk citra dunia pendidikan Indonesia. Pemerintah bahkan didesak untuk menutup sekolah berskala internasional tersebut.
Ketua Umum Komando Pejuang Merah Putih (KPMP) Ki Kusumo mengatakan, kasus pelecehan di JIS membuktikan bahwa sekolah bertaraf internasional ternyata tidak lebih baik dan bagus dari sekolah-sekolah yang lainnya.
“Ini fakta yang tidak dibantah. Keselamatan dan kenyamanan anak didik di sekolah bertaraf internasional ternyata tidak mendapat jaminan juga,” kata Ki Kusumo di Jakarta, Jumat (18/4/2014).
Menurutnya, untuk menempatkan seorang siswa di sekolah yang tepat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) harus melakukan tes terlebih dulu. Sehingga, anak didik tidak salah menempati sekolah.
“Kalau hasil tesnya bagus, siswa yang bersangkutan berhak ditempatkan di sekolah unggulan. Banyak kok sekolah di bawah naungan Kemendikbud yang tidak kalah bagusnya dengan sekolah bertaraf internasional seperti JIS,” ujarnya.
Ki Kusumo menambahkan, dengan menutup sekolah-sekolah seperti itu, artinya pemerintah telah menghapus kesenjangan di dunia pendidikan.
“Tidak ada perbedaan untuk mendapatkan pendidikan sesuai yang diamanatkan UUD 1945. Selama ini yang terjadi, yang punya uang yang dapat sekolah di tempat yang bagus, bukan berdasarkan kecerdasan,” tukas pria yang juga dikenal sebagai paranormal muda ini.
Lebih lanjut Ki Kusumo mengingatkan agar pengelola JIS tidak lepas tangan terkait kasus yang mendera anak didiknya.
“Kejadian ini tidak akan terjadi kalau pihak berwenang di JIS tidak lengah. Mereka harus ikut bertanggung jawab,” tutupnya. (put)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar